Waymo Meluncurkan Tes Taksi Mengemudi Mandiri di Inggris

21

Waymo, perusahaan kendaraan otonom yang berbasis di AS, telah memulai pengujian nyata terhadap taksi Jaguar I-Pace yang sepenuhnya dapat mengemudi sendiri di jalan umum di London, Inggris. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program percontohan baru yang didukung pemerintah yang dirancang untuk mempercepat penerapan teknologi tanpa pengemudi di negara tersebut.

Dukungan Pemerintah dan Detail Program Percontohan

Pemerintah Inggris secara aktif mendorong integrasi kendaraan otonom. Meskipun undang-undang saat ini melarang mobil pribadi tanpa pengemudi hingga akhir tahun 2024, skema percontohan ini memungkinkan Waymo dan, segera, Uber (bermitra dengan perusahaan pemetaan Wayve ) untuk mengoperasikan armada kendaraan otonom di bawah kerangka kerja khusus. Program ini dimaksudkan untuk memposisikan Inggris sebagai pemimpin global dalam teknologi self-driving, dan Menteri Transportasi Heidi Alexander menyatakan bahwa investasi tersebut akan memberikan “perubahan nyata dalam komunitas kita.”

Reaksi Industri dan Klaim Keamanan

Kehadiran taksi tanpa pengemudi Waymo mendapat pujian dari industri otomotif. Masyarakat Produsen dan Pedagang Motor (SMMT) menyebutnya sebagai momen “penting”, dan mendesak kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan industri untuk “menjaga Inggris menjadi yang terdepan dalam inovasi global.”

Waymo mengklaim teknologi tersebut akan meningkatkan keselamatan jalan raya. Co-CEO Tekedra Mawakana menekankan bahwa perusahaan tersebut “membuat jalan lebih aman dan transportasi lebih mudah diakses”, merujuk pada rekam jejak mereka dalam “secara bertanggung jawab meningkatkan layanan ride-hailing yang sepenuhnya otonom.” Direktur Keselamatan Jalan GB James Gibson sependapat dengan hal tersebut, dan menekankan bahwa menghilangkan pengemudi manusia merupakan faktor kunci dalam meningkatkan keselamatan.

Ekspansi dan Konteks Global

Waymo sudah mengoperasikan layanan taksi tanpa pengemudi di enam negara bagian AS dan baru-baru ini berekspansi ke Jepang. Inggris mewakili pasar baru yang signifikan bagi perusahaan. Kesediaan Inggris untuk mempercepat pengujian menunjukkan pendekatan proaktif dibandingkan dengan wilayah lain dengan peraturan yang lebih hati-hati.

Penerapan taksi otonom menimbulkan pertanyaan tentang masa depan transportasi perkotaan, lapangan kerja bagi pengemudi profesional, dan dampak sosial yang lebih luas dari kendaraan otomatis. Namun, fokus awalnya adalah pada peningkatan keselamatan dan aksesibilitas.

Kesediaan pemerintah Inggris untuk menggunakan teknologi tanpa pengemudi menggarisbawahi ambisinya untuk memimpin dalam inovasi, sementara ekspansi Waymo menandakan tren yang berkembang menuju mobilitas otomatis secara global.