Nissan sedang merampingkan jajaran produknya di Australia, menghentikan model Pathfinder dan Juke karena perusahaan tersebut kembali fokus pada kendaraan dengan potensi penjualan yang lebih kuat. Keputusan tersebut, yang dikonfirmasi oleh direktur pelaksana Andrew Humberstone, menandai pergeseran ke arah prioritas “skala dan massa” di pasar lokal.
Penyesuaian Portofolio Strategis
Langkah ini dilakukan di tengah menurunnya angka penjualan kedua kendaraan; kurang dari 740 unit masing-masing terjual di Australia tahun lalu. Humberstone menjelaskan bahwa perubahan tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi portofolio produk Nissan yang lebih luas, dimulai dengan Navara dan Patrol, dan berlanjut hingga rilis mendatang. Pathfinder, pertama kali diluncurkan di Australia pada tahun 1986, berevolusi dari SUV berbasis kendaraan yang kokoh menjadi kendaraan keluarga yang lebih umum.
Rencana Produk Masa Depan: Fokus Hibrid
Meskipun Pathfinder baru yang berfokus pada off-road dilaporkan sedang dikembangkan di AS, Nissan saat ini tidak berencana untuk melakukan usaha serupa. Sebaliknya, perusahaan memprioritaskan teknologi hybrid, dengan potensi minat pada model seperti Nissan Kicks, yang saat ini tersedia di Jepang dengan powertrain hybrid.
Ada juga beberapa pertimbangan untuk kembali ke sedan dan hatchback, segmen yang baru-baru ini mendapat minat baru di Australia. Nissan tetap membuka opsi, dengan masukan dari dealer menunjukkan potensi permintaan untuk kendaraan tersebut.
Memanfaatkan Kemitraan Global
Nissan juga menjajaki peluang melalui usaha patungannya dengan Dongfeng di Tiongkok, yang berpotensi memperkenalkan sedan hybrid plug-in N6 ke pasar Australia. N6 menawarkan kombinasi kompetitif antara kapasitas baterai dan mesin bensin, memposisikannya sebagai alternatif yang lebih besar dibandingkan Toyota Camry hybrid.
Ketangkasan perusahaan dalam mengakses platform hemat biaya dan mengelola nilai tukar akan menjadi kunci adaptasi pasar yang cepat, dengan jangka waktu dua tahun untuk potensi peluncuran produk.
“Kami ingin dapat bereaksi dalam beberapa tahun dibandingkan tiga atau empat atau lima tahun,” kata Humberstone, menyoroti komitmen Nissan terhadap daya tanggap.
Keputusan Nissan mencerminkan tren industri yang lebih luas menuju konsolidasi dan penyelarasan strategis. Dengan membuang model-model yang berkinerja buruk dan berfokus pada segmen volume tinggi, perusahaan ini bertujuan untuk mengamankan masa depan mereka di pasar Australia dan memanfaatkan peluang-peluang yang muncul dalam kategori sedan/hatchback hybrid dan berpotensi bangkit kembali.






















