Skoda, produsen mobil asal Ceko yang berada di bawah naungan Grup Volkswagen, akan menghentikan penjualan di Tiongkok pada pertengahan tahun ini, menandai kemunduran dramatis bagi merek yang pernah mendominasi pasar mobil terbesar di dunia. Keputusan ini menggarisbawahi percepatan pergeseran dalam lanskap otomotif, di mana merek-merek dalam negeri asal Tiongkok secara agresif mendapatkan pengaruhnya.
Penurunan Pesat dalam Penjualan di Tiongkok
Selama bertahun-tahun, Tiongkok adalah pasar terbesar Skoda. Namun, penjualannya anjlok selama dekade terakhir. Permintaan puncak tercatat pada tahun 2018 dengan pengiriman sebanyak 341.000 unit; pada tahun 2025, pengiriman turun menjadi hanya 15.000 mobil – penurunan yang mengejutkan sebesar 96%. Erosi pangsa pasar yang cepat ini menyoroti persaingan brutal yang dihadapi oleh produsen mobil tradisional di Tiongkok.
Pertumbuhan Global Mengimbangi Kerugian
Meskipun keruntuhan Tiongkok, Skoda telah berhasil menyeimbangkan kembali portofolionya, mencapai pertumbuhan penting di tempat lain. Pada tahun 2025, merek tersebut menjadi produsen mobil terlaris ketiga di Eropa untuk pertama kalinya. Permintaan yang kuat di India, Afrika Utara, dan Turki semakin mendukung kinerja secara keseluruhan.
Penjualan global Skoda naik 12,7% tahun lalu menjadi 1.043.900 unit—hasil terbaik dalam enam tahun terakhir. Perusahaan sekarang fokus pada perluasan jajaran kendaraan listrik (EV), dengan peluncuran Epiq entry-level dan model Peaq tujuh kursi yang lebih besar yang direncanakan untuk tahun ini.
Strategi Volkswagen di Tiongkok
Grup Volkswagen menarik Skoda keluar dari Tiongkok sekaligus menggandakan merek intinya VW melalui penguatan kemitraan dengan perusahaan lokal. Grup ini juga memperkenalkan merek mewah baru, AUDI, dalam kemitraan dengan SAIC, meskipun indikator awal menunjukkan bahwa mereka menghadapi tantangan serupa.
Kasus Skoda menunjukkan betapa cepatnya produsen mobil mapan kehilangan pengaruhnya di Tiongkok. Ini adalah pengingat bahwa bahkan pemain besar pun harus beradaptasi atau mengambil risiko terkejar.
Mundurnya Skoda menggambarkan realitas brutal pasar otomotif Tiongkok: merek-merek lama berjuang untuk bersaing dengan pesaing domestik yang lincah. Kelangsungan hidup produsen mobil terkemuka lainnya di Tiongkok masih belum pasti, namun keluarnya Skoda menjadi tanda peringatan akan tantangan yang ada di depan.





















