Meskipun sebagian besar perbincangan global seputar emisi otomotif berfokus pada polutan knalpot, jenis polusi lain yang lebih luas kini menjadi sorotan: partikel ban dan keausan jalan.
Ketika industri beralih ke kendaraan listrik (EV), fokusnya beralih dari apa yang dihasilkan oleh gas buang ke apa yang tertinggal di aspal.
Зміст
Meningkatnya Tantangan Materi Partikulat
Keausan ban adalah masalah ganda. Dari sudut pandang konsumen, tingkat keausan yang tinggi mencerminkan rendahnya nilai uang. Dari sudut pandang lingkungan, gesekan antara bidang kontak ban dan permukaan jalan menghasilkan partikel mikroskopis yang masuk ke sistem udara dan air.
Ini bukan hanya tentang karet itu sendiri; seiring dengan keausan ban, hal ini juga berkontribusi terhadap degradasi permukaan jalan, sehingga menciptakan kumpulan puing yang kompleks. Menurut pakar industri di Continental dan Organisasi Teknis Ban dan Pelek Eropa (ETRTO), beberapa faktor menentukan tingkat keausan ini, dengan peringkat dari yang paling berpengaruh hingga yang paling kecil:
- Kondisi cuaca
- Suhu
- Desain ban
- Jenis kendaraan
- Kualitas permukaan jalan
- Topologi rute (“bentuk” perjalanan)
- Perilaku mengemudi (faktor paling signifikan)
Tekanan Regulasi: Katalis Euro 7
Urgensi untuk menyelesaikan masalah ini didorong oleh undang-undang yang akan datang. Peraturan emisi Euro 7 diperkirakan akan memperkenalkan batasan ketat pada emisi keausan ban di UE mulai 2028.
Pergeseran peraturan ini berarti bahwa produsen tidak bisa lagi hanya berfokus pada efisiensi mesin; mereka kini harus merancang ban yang meminimalkan pelepasan partikulat tanpa mengorbankan fungsi kendaraan yang paling penting: keamanan pada cengkeraman.
Terobosan Teknologi dalam Pengukuran
Untuk memenuhi standar baru ini, para pemimpin industri seperti Michelin dan Continental sedang mengembangkan cara canggih untuk “melihat” dan mengukur partikel tak kasat mata ini. Metode tradisional sulit membedakan berbagai sumber polusi, namun teknologi baru mengubah hal tersebut.
Sistem Deteksi Tingkat Lanjut
Inovasi terkini melibatkan perangkat keras khusus yang dirancang untuk menangkap data di “titik asal”:
– Pengumpulan Berbasis Vakum: Sistem baru menggunakan perangkat vakum yang dipasang tepat di belakang roda penggerak di permukaan jalan untuk menyedot partikel secara fisik saat partikel tersebut terlepas.
– Diferensiasi Sumber: Dengan menggunakan sensor canggih, sistem ini kini dapat membedakan apakah partikel di udara berasal dari ban, rem, atau permukaan jalan itu sendiri.
– Proyek OLRAP: Continental baru-baru ini menyelesaikan proyek bertajuk ‘Analisis online partikel keausan ban di udara pada titik asal dan diferensiasi dari sumber lain’ (OLRAP) untuk lebih memahami dinamika ini.
Data Presisi dan Desain Ban
Perangkat “multisampler” baru memungkinkan peneliti mengkategorikan partikel berdasarkan tindakan mengemudi tertentu. Misalnya, para insinyur sekarang dapat membedakan antara partikel yang dilepaskan selama pelayaran di garis lurus dan partikel yang dilepaskan saat menikung berat.
Dengan mengkorelasikan ukuran, kuantitas, dan struktur partikel dengan profil kecepatan dan akselerasi lateral, produsen dapat memasukkan data berpresisi tinggi kembali ke departemen Litbang mereka. Hal ini memungkinkan optimalisasi kompon dan desain ban untuk mengurangi keausan khususnya selama manuver berkendara dengan tekanan tinggi.
Paradoks Keamanan
Tantangan utama bagi para insinyur adalah paradoks fisik mendasar: Grip memerlukan gesekan, dan gesekan menyebabkan keausan.
Tanggung jawab utama ban adalah menyalurkan kekuatan kendaraan ke jalan untuk memastikan pengendalian dan pengereman. Mengurangi keausan secara berlebihan dapat mengurangi cengkeraman secara tidak sengaja, sehingga membahayakan keselamatan penumpang. Tujuan dari teknik otomotif generasi berikutnya adalah menemukan “titik terbaik”—meminimalkan dampak lingkungan melalui bahan kimia dan desain yang lebih cerdas sambil mempertahankan tingkat gesekan tanpa kompromi yang diperlukan untuk berkendara yang aman.
Kesimpulan
Seiring dengan semakin dekatnya kerangka peraturan seperti Euro 7, perjuangan untuk mendapatkan udara yang lebih bersih kini beralih dari pipa knalpot ke aspal. Keberhasilan industri ini akan bergantung pada kemampuannya untuk menyeimbangkan kebutuhan fisik akan gesekan dengan kebutuhan lingkungan akan pengurangan emisi partikulat.





















