Saat itu tahun 1948, tepatnya tanggal 28 April. Hampir 1.300 orang hadir di pabrik perakitan truk besar seluas satu juta kaki persegi yang baru diakuisisi oleh Studebaker. Ini bukan sembarang pengunjung. Mereka adalah dealer, salesman, dan tamu istimewa yang diundang untuk melihat sekilas lini mobil komersial baru perusahaan.
Getarannya elektrik. Optimisme menggantung di udara, kental dan nyata. Setiap orang yang keluar dari fasilitas itu pada hari itu percaya bahwa bisnis truk Studebaker akan bersinar secemerlang reputasi bersejarahnya. Mereka harus mengunjungi pabrik raksasa itu. Mereka melihat bagaimana truk sebenarnya dibuat. Dan mereka melihat serangkaian truk baru yang berkilau dengan berbagai kapasitas, jarak sumbu roda, dan tipe bodi.
Tapi ini bukanlah rodeo pertama Studebaker. Perusahaan ini sudah menjadi pionir dalam transportasi komersial.
Sejarah yang Dibangun berdasarkan Pengangkutan
Lihat kembali ke tahun 1852. Studebaker mulai membuat gerobak. Gerobak yang terkenal di dunia ini beroperasi hingga tahun 1920. Mereka membuat sejarah dengan memindahkan generasi ke barat selama periode migrasi besar-besaran di Amerika. Mereka juga berfungsi sebagai pekerja keras bagi keluarga petani dan pedagang kota.
Lalu tibalah giliran kerja. Pada tahun 1902, Studebaker melepaskan tenaga kuda dari bagian depan gerbong. Mereka membangun truk self-propelled pertama yang diberi energi oleh rangkaian baterai listrik yang luar biasa. Itu adalah langkah yang berani. Bensin bukanlah satu-satunya bahan bakar di kota ini.
Perusahaan ini memasarkan truk bertenaga bensin pertamanya pada tahun 1912. Itu adalah mobil pengiriman Flanders. Setahun kemudian, lencana Studebaker menggantikan nama Flanders. Pada tahun 1917, jajarannya mencakup sasis setengah dan satu ton. Anda bisa mendapatkan pengiriman, pasak, ekspres, atau kombinasi penumpang dan badan ekspres.
Kemudian Perang Besar menghentikan produksi. Pembuatan truk terhenti. Baru pada tahun 1925 Studebaker kembali memasuki pasar. Kali ini, mereka fokus pada bus, ambulans, dan mobil pemakaman yang dibangun dengan sasis Big Six.
Mendominasi Pasar Niche
Strateginya berhasil. Satu tahun kemudian, pada tahun 1926, Studebaker menjadi produsen bus terbesar di dunia. Mereka mengendalikan 35 persen dari seluruh bisnis ambulans dan mobil pemakaman di Amerika Serikat. Mereka telah menemukan ceruk pasarnya.
Awal tahun 1928, Erskine buatan Studebaker diperkenalkan. Anda bisa mendapatkannya dalam format pengiriman layar atau panel. Tak lama kemudian, bodi serupa tersedia pada sasis Dictator.
Awal tahun tiga puluhan membawa ekspansi. Studebaker memperluas penawaran truknya dengan memasukkan model berkapasitas setengah hingga dua ton. Yang paling menarik adalah model setengah ton yang disebut “pengiriman jalan raya”. Ia menggunakan sasis GL model Dictator dengan wheelbase 114 inci.
Lalu ada pengiriman mewah Rockne humpback buatan Studebaker tahun 1933. Yang itu menggunakan wheelbase 115 inci. Studebaker terus mencoba mencari ceruk di pasar truk dengan model kabin depan baru yang diperkenalkan pada tahun 1936. Mereka bahkan mencoba menjual beberapa mesin diesel.
Coupe-Express: Gaya Bertemu Utilitas
Salah satu penawaran paling menarik selama era ini adalah model J-5 seberat setengah ton tahun 1937. Studebaker menyebutnya Coupe-Express.
Ini menampilkan gaya mobil penumpang. Bodi baja penuh. Sebuah kotak berdinding ganda. Semua fasilitas mobil penumpang. Mungkin, yang terpenting, ini adalah pikap paling menarik di pasar.
Keberhasilan awal yang moderat mendorong Studebaker untuk melanjutkan produksi mobil setengah ton hingga tahun 1938. Itu adalah model K-5. Dan memasuki tahun 1939 dengan L-5. Namun penjualannya tertinggal. Hanya 1.000 K-5 yang dibuat. Hanya 1.200 L-5 yang menyusul.
Pada tahun 1940, Studebaker menggunakan Champion barunya sebagai basis. Mereka menciptakan pickup coupe dan sedan delivery yang unik. Pickup coupe adalah coupe bisnis standar dengan tutup bagasi dilepas dan diganti dengan kotak pickup kecil. Pengiriman sedan adalah sedan dua pintu dengan jok belakang dilepas dan lembaran logam kosong dipasang di kaca belakang.
Eksperimen ini menentukan suatu era. Mereka menunjukkan bagaimana pembuat gerobak beradaptasi dengan zaman mesin. Optimisme tahun 1948 bukan hanya soal truk baru. Hal ini tentang meneruskan warisan tersebut ke dunia pascaperang yang memerlukan pergerakan dan memerlukannya dengan cepat.






















