Porsche Mengakhiri Produksi ICE Macan, Tapi Penjualan Akan Berlanjut Hingga 2027

14

Porsche telah secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka akan menghentikan produksi Macan versi mesin pembakaran internal (ICE) musim panas ini. Namun, para pecinta mobil jangan berharap model tersebut langsung hilang dari showroom. Berkat cadangan persediaan yang besar, SUV bertenaga pembakaran ini akan tetap tersedia di pasar-pasar utama, termasuk Inggris, hingga tahun 2027.

Penurunan Strategis, Bukan Penghentian Mendadak

Selama laporan pendapatan kuartal pertama perusahaan, CFO Porsche Jochen Breckner mengklarifikasi lini waktunya. Meskipun lini produksi ICE Macan akan ditutup pada pertengahan tahun 2026, perusahaan ini memanfaatkan suku cadang pemasok yang ada untuk memaksimalkan produksi sebelum penghentian terakhir.

“Kami akan menyediakan stok sebanyak yang kami bisa berdasarkan pemasok suku cadang yang kami miliki,” kata Breckner. “Kami bahkan akan melihat beberapa penjualan di beberapa wilayah pada tahun 2027.”

Strategi ini memastikan transisi yang lebih lancar bagi pelanggan yang ragu untuk segera beralih ke kendaraan listrik (EV). Jika stok yang ada habis, jajaran Macan hanya akan terdiri dari varian listrik. Ke depan, Porsche sudah mempersiapkan penerus spiritual Macan pembakaran, yang dijadwalkan diluncurkan pada tahun 2028.

Pasar AS: Faktor Penting

Keputusan untuk memperluas ketersediaan ICE Macan sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar di Amerika Serikat, yang masih menjadi salah satu basis terkuat model tersebut. Breckner menyoroti bahwa permintaan SUV bertenaga gas di AS sangat tinggi, terutama setelah pemerintah federal menghapuskan kredit pajak sebesar $7.500 untuk kendaraan listrik.

Pergeseran kebijakan ini telah menciptakan tekanan yang signifikan terhadap penjualan Macan listrik di AS. Konsekuensinya, Porsche memprioritaskan alokasi sisa unit ICE Macan kepada pembeli di Amerika, karena keunggulan harga model pembakaran kini lebih terasa.

Angka Penjualan Menceritakan Kisah Kompleks

Data keuangan dari kuartal pertama tahun 2026 mengungkapkan gambaran berbeda tentang strategi transisi Porsche:

  • ICE Macan Resilience: Penjualan Macan pembakaran naik menjadi 10.130 unit, naik dari 9.370 unit pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan berlanjutnya preferensi konsumen terhadap mesin tradisional meskipun ada dorongan elektrifikasi di industri.
  • Perlambatan EV: Sebaliknya, penjualan Macan listrik turun secara signifikan menjadi 8.079 unit, dibandingkan dengan 14.185 unit pada kuartal pertama tahun 2025. Breckner menggambarkan penurunan ini sebagai “sebagian besar sudah diperkirakan,” dan menghubungkannya dengan peningkatan produksi besar-besaran pada awal tahun 2025 dan hilangnya insentif pajak AS yang disebutkan di atas.
  • Kekuatan Merek Secara Keseluruhan: Porsche Cayenne tetap menjadi model merek terlaris dengan 19.183 unit, diikuti oleh 911 yang ikonik dengan 13.889 unit.

Hambatan Geopolitik

Selain preferensi pasar, faktor eksternal juga memperumit rantai pasokan. Breckner mencatat bahwa konflik yang sedang berlangsung di Iran telah mengganggu jalur pelayaran utama, sehingga mempengaruhi pengiriman semua model Porsche. Tantangan logistik ini, ditambah dengan ketidakpastian ekonomi yang lebih luas, telah membuat sebagian pelanggan semakin enggan mengunjungi dealer dan melakukan pemesanan.

Kesimpulan

Keputusan Porsche untuk menghentikan produksi ICE Macan menandai langkah pasti menuju masa depan serba listrik, namun merek tersebut secara pragmatis mengelola transisi tersebut. Dengan memaksimalkan inventaris saat ini dan menargetkan pasar seperti AS di mana permintaan ICE masih tinggi, Porsche bertujuan untuk memitigasi dampak hilangnya insentif kendaraan listrik dan gangguan rantai pasokan geopolitik. ICE Macan mungkin akan meninggalkan jalur perakitan, namun kehadirannya di jalan raya akan bertahan selama beberapa tahun lagi.